Welcome to my blog, hope you enjoy reading :)
RSS
Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 November 2009

Even Dog Has Best Friend

Seekor anjing, berada di tengah jalan menjaga anjing lain yg mati karena tertabrak mobil. Dengan menggunakan kakinya, anjing tersebut berusaha membangunkan temannya. Dia terus berusaha mendorong temannya yg telah mati, menepi ke sisi lain jalan, tetapi dia tidak sanggup melakukannya. Ketika orang-orang mau menolongnya, dia menyalak, mengusir mereka yg mendekati temannya yg telah mati. Walaupun lalu lintas padat, dia tetap tidak mau menjauh dari sahabatnya. Banyak orang yg menyaksikan kejadian tersebut, dan sangat mengharukan, betapa seekor anjing saja bisa menunjukan kesetiaan terhadap sahabatnya...

Bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda menghargai teman dan sahabat Anda selama Anda masih hidup? Teman itu seperti balon, sekali dilepas mungkin kita tidak akan mendapatkannya kembali. Terkadang kita terlalu mempermasalahkan siapa yang benar dan siapa yang salah. Kita terlalu berpatokan pada prinsip "Yang salah harus meminta maaf pada yang benar." Seringkali kita tidak mau meminta maaf pada sahabat kita hanya lantaran kita merasa paling benar sendiri atau gengsi. Padahal sebenarnya dalam bersahabat, tidak peduli siapapun yang salah, keduanya harus saling meminta maaf dan memaafkan.
Terkadang kita terlalu sibuk dengan urusan kita sendiri hingga tidak sadar kalau kita tidak menghiraukan teman kita. Mungkin saat itu mereka sedang ada masalah dan butuh kita, sedangkan kita sendiri terlalu sibuk dengan urusan kita sendiri. Kalau sudah begitu, jangan salahkan kalau Anda tidak akan punya sahabat sejati seumur hidup Anda.
Berikan yang terbaik kepada teman-teman dan sahabat-sahabat kita. Jangan kecewakan mereka. Berusahalah untuk menjadi seorang teman dan sahabat bagi orang lain. Jangan menuntut sahabat Anda. Hingga suatu hari ketika Anda tidak ada, maka akan ada banyak orang yang akan menangisi kepergian Anda.


Readmore »»

Untuk Perenungan

Adakah saat ini kita menanggung beban dosa dipundak kita? adakah kita kuatir bahwa itu terlampau berat untuk dapat diampuni? Biarlah saat ini kita merasakan Yesus meletakkan tanganNya yang berlubang paku dipundak kita dan mendengar Ia berkata kita sudah diampuni
Kalau hidupNya saja Dia sudah berikan kepada kita, Adakah sesuatu hari ini yang Dia tidak berikan bagi kita?
Tiada kasih yang lebih besar dari dari seseorang yang mau mengorbankan hidupNya untuk sahabat-sahabat yang Ia cintai,,,,apa yang akan kita berikan untuk dapat membalas kasih itu?


Readmore »»

Advertise